Meksiko dalam NAFTA, Antara Untung dan Rugi (Papper Isu HI)

“Meksiko dalam North Americans Free Trade Agreement (NAFTA), Antara Untung dan Rugi”

 

Meksiko adalah sebuah negara yang berada di kawasan Amerika Utara. Bersama dengan Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko tergabung dalam North Americans Free Trade Agreement (NAFTA) sejak Januari 1994.

Poin utama dari integrasi ekonomi regional Amerika Utara ini adalah untuk menghapus pajak atas produk perdagangan antara Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. NAFTA juga melindungi hak cipta, hak paten, dan merek dagang antara tiga negara tersebut. Itu diperbarui dengan North American Agreement on Environmental Cooperation yang mengatur berbagai regulasi lingkungan serta upaya mengurangi polusi.[1]

Dampak yang begitu tampak bagi Meksiko juga adalah berbagai perubahan kebijakan ekonomi yang terjadi untuk menyesuaikan diri dengan kesepakatan dalam NAFTA. Kebijakan tersebut antara lain dengan melakukan perdagangan bebas, liberalisasi pasar, privatisasi terhadap berbagai perusahaan milik negara dan melakukan deregulasi terhadap berbagai peraturan industri[2]

Efek dari penghapusan pajak perdagangan antara anggota NAFTA ini berpengaruh pada tingkat ekspor maupun impor dari ketiga negara. Bagi Meksiko khususnya, tingkat impor produk pertanian mereka dari Amerika Serikat cukup tinggi. Hal ini menguntungkan kedua belah pihak karena tak terbeban biaya pajak ekspor-impor. Namun di sisi lain menimbulkan dampak pada kegiatan ekonomi lain di dalam negeri Meksiko juga Amerika Serikat.  Murahnya produk agribisnis dari Amerika Serikat yang masuk menyebabkan harga pangan jatuh dan memberikan dampak negatif bagi petani di Meksiko. Sementara itu masyarakat yang bekerja pada industri manufaktur Amerika Serikat juga kehilangan pekerjaan karena setelah Meksiko mengalami industrialisasi yang menjadi pangsa ekspor utama Meksiko adalah Amerika Serikat. Terjadi semacam perubahan orientasi yang merugikan, utamanya bagi kalangan petani Meksiko.  Hal ini diklaim oleh pekerja di tiga negara anggota NAFTA sebagai penyebab ketimpangan yang terjadi baik di Meksiko, Amerika Serikat, maupun Kanada, karena pada dasarnya situasi ini terjadi di tiga negara ini pada kelas pekerja. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa keberadaan sistem perdagangan bebas ini melemahkan kelas pekerja.

Menyambut 20 tahun NAFTA, pada 2014 lalu lebih dari 65.000 pekerja berunjuk rasa di Mexico City menuntut akan ekonomi yg mengedepankan kesetaraan, keadilan dan hak asasi manusia. Albert Arroyo, aktivis Mexican Action Network on Free Trade (RMALC) menjelaskan bahwa ketergantungan Meksiko akan impor pangan meningkat secara drastis dari 16% sebelum NAFTA menjadi 42% saat ini. Situasi yang mengkhawatirkan, ketika mempertimbangkan bahwa setengah keluarga di Meksiko meski mendapat income dari dua sumber tak mampu membayar kebutuhan dasar. Sementara itu Dough Peterson dari the U.S National Farmer’s Union menyuarakan kekhawatirannya. Tak seorangpun dari kami menolak perdagangan, ungkapnya. Namun bagaimana itu terjadi, dan apa aturannya kami benar-benar peduli. Secara umum, yang kami butuhkan adalah kebijakan publik yang stabil untuk menyeimbangkan inovasi pertanian dengan keadilan pangan.[3]

Melihat dari permasalahan dalam perekonomian Meksiko yang terkait juga dengan dua negara tetangganya, opini dari kami adalah kiranya perlu bagi tiga negara anggota NAFTA memperhatikan aspirasi masyarakatnya. Karena masyarakat ini terkait dengan sektor riil ekonomi negara. Seperti yang dikatakan oleh para aktivis, mereka menginginkan keseimbangan terutama dalam sektor pertanian. Apalagi negara seperti Meksiko yang potensi untuk pertaniannya luas. Membangun perekonomian suatu negara perlu menyeimbangkan baik sektor pertanian juga sektor industri manufaktur. Regulasi yang ada perlu dibuka kembali, misalnya dengan mengutamakan produk pertanian dalam negeri. Agar mencapai win-win solution, ekspor impor tetap berlangsung, namun dengan mengutamakan national interest bagi Meksiko sendiri. Jangan sampai NAFTA justru menjadi bumerang bagi masyarakat Meksiko yang juga merupakan bagian dari tanggungjawab negara Meksiko. NAFTA bisa mendatangkan keuntungan, namun juga bisa merugikan.

[1] Boundless. “The North American Free Trade Agreement (NAFTA).” Boundless Marketing. Boundless, 21 Jul. 2015. Diakses 26 Mar. 2016 dari https://www.boundless.com/marketing/textbooks/36/global-marketing-7/important-international-bodies-and-agreements-54/the-north-american-free-trade-agreement-nafta-266-4078/

[2] Antonio Yunez-Naude, “Lessons from NAFTA: The Case of Meksiko’s Agricultural Sector”, Final Report to the World Bank (Revised version, December, 2002) p 8

[3] Diakses 26 Mar. 2016 dari https://www.popularresistance.org/65000-protest-tpp-in-mexico-see-repeat-of-nafta-mistakes/

Hai, teman pembaca… Kali ini Kholida mencoba men-share hasil tugas papper mata kuliah Isu-Isu Hubungan Internasional. Kali ini dapat tugas tentang negara Meksiko. Honestly, nyari sumber informasi untuk ekonomi Meksiko lumayan rumit. Isu yang lagi kami bahas di kelas minggu kemarin adalah isu ekonomi. (entah aku aja yang nggak pinter nyari atau gimana, “molla” 😦..

Aku masih mencoba belajar untuk membuat papper. Karena aku memang baru-baru ini aja bikin bikin papper. Kesalahanku juga sih, kenapa nggak dari dulu aja belajar menulis ilmiah. Hahaha.. 🙂 Fighting.. 

Yogyakarta, 27 Maret 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s