New Years, New Age, With My Old Friends (1)


Hujan badai yang mengguyur bumi seakan mengejekku yang sendirian menunggu di halte. Aneh memang, sepertinya telah terjadi sedikit anomaly cuaca. Tak biasanya hujan deras turun di akhir Desember. Hanya samar-samar suara musik di toko VCD seberang jalan yang membuatku sedikit terhibur.

Aku suka berhujan-hujanan. Tapi aku benci jika harus menggigil karena demam dan mendekam di kamar sendirian, karena hal itu akan mengurangi jatahku bermain-main dengan Baekhyun dan Yongguk. Karena bagaimanapun juga mereka jauh lebih tahan berhujanan daripada aku. Dan, bisa dipastikan kan? Tak mungkin dua bocah itu rela melewatkan keseruan gratis bermain air hujan hanya demi menemaniku melengok di balik jendela. WHAT THE… Ah,, mereka memang dua makhluk menyebalkan. Juga sekaligus TEMAN ku.

+_+

Yeah, aku kini menjadi gadis yang kesepian setelah kedua makhluk bodoh Baekhyun dan Yongguk itu mulai terjun ke dunia entertainment. Terlebih lagi aku sudah menjadi mahasiswi semester 6. You know what lah, aku semakin sibuk akan tugas-tugas dan seteah itu harus segera memikirkan skripsi ku. Hal itu membuatku semakin jarang bersosialisasi dengan orang-orang baru. Paling banter hanya supir dan kondektur bus yang biasa kutumpangi pulang pergi. Aktivitasku bisa diabsen mulai dari bolak-balik lab-rumah, perpustakaan, kampus, dan jangan lupakan halte. Oke, aku payah dalam mengendalikan mobil. Dan motor, ibuku trauma naik motor dan bersikeras menghalangi ayah membelikan motor untukku (poor me). Tapi lihat saja, di liburan semester ini aku akan menyempatkan waktuku untuk mendapatkan SIM. Aku tak bisa selamanya hanya mengandalkan bus. Right..??

Tinn Tinn…klakson bus menggema di sela-sela suara rintik hujan yang tersisa. Bus yang kutunggu sudah tiba rupanya. Aku tersadar dari monolog ku, segera meninggalkan halte yang hanya berpenerangan lampu mungil ini, dan mengayunkan kaki menuju bus biru safir di hadapanku. Lalu, aku membayar ongkos pada kondektur. Ku pilih kursi paling depan di dekat jendela. Penumpang bus tampak tak sebanyak hari-hari biasanya, jadi aku lebih leluasa untuk memilih tempat duduk. Hari hujan begini wajar saja jika sebagian besar warga kota Seoul lebih memilih berada di depan televisi atau sekadar berdiam diri di rumah yang hangat.

Bus kini tengah melaju menembus jalan kota Seoul. Seiring bus yang melaju, kantukku tak dapat kutahan lagi. Aku berada di antara tidur dan terjaga. Suara televisi yang menyala di depanku masih samar terdengar. Namun rasanya aku juga sudah terjun ke alam mimpi.

+++

“NASI KARI SPESIAL, GRATIS UNTUK 100 PELANGGAN PERTAMA HARI INI. SPESIAL DI HARI ULANG TAHUN GOO NAM JUNG KE-50” Tulisan besar-besar terpampang di kaca kedai kari terlezat di Seoul milik paman Goo Nam Jung di hadapanku ini. Wahh, sepertinya berkah di Jum’at pagi. Aku hampir tak percaya. Paman Goo yang pelit itu membagi nasi kari gratis untuk 100 pelanggan pertama di hari ulang tahunnya. Bahkan tahun lalu, saat aku, Yongguk dan Baekhyun memesan 100 porsi nasi kari untuk reuni Senior High Scholl angkatan kami, tak 1 won pun ia mau memberikan diskon. Huh sungguh terlalu. Ahh,,, lupakan.. mungkin paman Goo kini berubah baik. Tanpa menunggu lebih lama lagi, aku segera memasuki kedai itu.

Kritt.. pintu berderit saat ku ayunkan. Sesuatu tampak menyilaukan mataku. Wow.. it’s so surprising me. Kedai ini tampak berbeda. Sebulan yang lalu aku makan di sini, dan ruangan ini sangat kental dengan nuansa kayu nya. Tapi, kini.. eumm.. lebih tampak seberti Disneyland. Wallpapernya berwarna shocking pink, dengan pernak pernik khas hello kitty di sudut ruangan. Tampak sedikit aneh, aku bergidik dengan perubahan ini. Terlihat paman Goo tengah bersantai di balik meja kasir.

“ Annyeong.. paman Goo. Eumm..apakah aku masih mendapat nasi kari gratis pagi ini? “ Ku pasang senyum 10 centi ku yang paling manis.

“Nde..tentu saja Ji, kau yang pertama hari ini.” Paman Goo menjawab dengan ramah. Dan eyy.. dia tampak jauh lebih muda dari usianya. Hanya tampak beberapa tahun lebih tua dari putranya yang merupakan hoobae ku di universitas. Heol..Apakah ada yang salah dengan mataku? Entahlah, namun ada pepatah yang mengatakan dengan bermanis muka seseorang akan menjadi awet muda. Mungkin ini bukti dari teori itu eo..Hahaha..

“Pesanan datang..” Seorang pelayan muda yang cantik mengantarkan pesananku. Ige mwoya..?? bukankah ia Yoona SNSD ?? Immpossible. Tak mungkin paman Goo mempekerjakannya kan?? Tapi aku yakin itu Yoona Girls Generation. Mungkin itu bukan Yoona, ahh.. benar. Mungkin ia hanyalah seorang fans fanatik yang merubah wajahnya mirip sang idola. Bukankah sekarang zaman canggih?? Molla, hari ini banyak hal yang mengejutkan. Lebih baik aku segera menyantap nasi kari di hadapanku ini, daripada memikirkan hal-hal yang tidak jelas. Kuraih sendok dan kuaduk kuah kari di mangkuk. Eitss.. apa ini..??

“Jangan lupa.. saksikan Show Time spesial Tahun Baru, menghadirkan para idola Korea Selatan. Super Junior, Bigbang, Boa, ..”

Hahh.. apa apaan ini, di mangkukku tampak Baekhyun dengan aegyo gagalnya sedang berbicara. Ini tampak seperti iklan.

“…saksikan langsung di studio 2 MBC Tv,..” kini tampak wajah Yongguk di dalam kuah kariku.

 “Sial.. apakah aku sudah gila karena terlalu sibuk.. eothokke….??” aku frustasi.

Kuaduk dengan kencang isi mangkuk itu. Dan.. Byurr.. kuah kari itu muncrat mengenai wajahku.

“hffffftt..” aku terlonjak kaget. Oh ternyata…

+++

“Agashi.. agashi.. Park Ji Yeon agashii.. ini sudah di halte biasa anda turun..” seorang kondektur muda menggoyang goyangkan tubuh gadis yang terlelap di kursi paling depan bus ini. Gadis itu setiap hari turun di halte ini. Supir dan kondektur bus yang sudah cukup hafal dengannya mencoba membangunkan. Kasihan jika ia harus mencari bus untuk berbalik arah jika ia tak turun di sini. Apalagi di luar sedang turun hujan.

“Agashi,.. ireonna palli. Cepat bangunlah” Sang supir masih setia membangunkannya.

Sementara yang dibangunkan bergeliat cuek, tak sedikitpun merespon. Akhirnya, cara terakhir yang digunakan…

BYURR… sebotol air mineral dicipratkan ke wajah penumpang yang susah dibangunkan itu.

“Hfffftttttt.. eo..eothokajji.. ige mwoya..?” Refleks Jiyeon membuka mata karena kaget dan tersedak.

“Ehm.. mianhae agashi.. tapi ini sudah sampai di halte biasanya.” Pak supir tampak sedikit tak enak hati.

Jiyeon segera tersadar dari tidurnya. Wajahnya tampak tolol sekarang.

“Hufft, ternyata hanya mimpi..” Ia masih mencoba mengatur napasnya. Ia terlampau malu sekarang.

“Ajushi, khamsahamnida, jeongmal. Maaf telah merepotkan anda berdua.” Ia bergegas menuruni anak tangga bus.

Sebelum turun, matanya melirik sekilas ke layar televisi yang menayangkan iklan konser akhir tahun menyambut tahun baru, mirip seperti di mimpinya. Dan benar saja, di situ ada Baekhyun dan juga Yongguk. Ia mendengus kesal, dan segera meninggalkan bus dan halte. Ia berlari menyusuri trotoar. Gerimis masih tersisa rupanya. Dalam hatinya merutuk, pasti sumber suara Baekhyun dan Yongguk berasal dari televisi itu. So, you both.. must be responsible, cause you impair Jiyeon’s sweet dream. Tega-teganya mereka lama tak mengunjungi Jiyeon.

“Huh, bukankah dulu aku yang selalu repot jika mereka ada PR..? Tega nian, kalian berdua.. tak pernah mengunjungiku lagi..” Omelnya sambil berlari.

(To Be Continue)

Halo, pembaca sekalian. Aku ini masih penulis pemula, alias abal. Heuheu… 😦 Sebelumya, aku ini adalah salah satu penggemar Fanfiction, Novel, dan berbagai karya fiksi. Hehehe. Berawal dari kecintaanku pada membaca, timbul sebuah keinginan untuk menulis dan menjadi penulis. Aku ingin belajar dan mengasah kemampuan itu. 

Ok, dan aku memberanikan diri memposting salah satu karyaku ini. Belum sepenuhnya jadi sih.. sebetulnya. Mohon saran, kritik dan tanggapannya ya. Aku tau karyaku ini masih jauh dari bagus. Terimakasih atas kunjungannya… 🙂

15 September 2015

With Love, Kholida SF.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s