Asiknya Menulis: Belajar Sepanjang Hayat.

my pictMenulis, hal tersebut tentu sangat akrab terdengar di telinga kita. Terlebih lagi kita yang pernah atau sedang menyandang status sebagai “Pelajar”. Bagaimana tidak? Menulis termasuk ke dalam pembelajaran dasar di bangku sekolah di samping membaca dan berhitung.

Ketika kita mulai bergabung dengan kelompok bermain, atau bahasa keren nya “Play Group”, dan sekarang ini populer disebut PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), anak-anak mulai dikenalkan pada alphabet, A,B,C dan seterusnya, serta angka dasar dari 0 hingga 9. Kemudian diajak pula untuk mengingat dan menuliskan bentuk-bentuk karakter huruf dan angka tersebut. Berlanjut pada tahap mengeja dan merangkai huruf serta angka tersebut hingga membentuk sebuah kata yang memiliki makna.

Berlanjut di Taman Kanak-kanak (TK), kita mulai belajar merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang padu. Mulai memperlancar kemampuan membaca dan berhitung.

Pelajaran menulis dan membaca serta berhitung tak berakhir begitu saja ketika kita menamatkan TK dan berada di jenjang Sekolah Dasar (SD). Di Sekolah Dasar, kemampuan menulis dan membaca rupanya juga mempengaruhi keberhasilan studi kita. Di sini, kita mulai dituntut untuk lebih banyak membaca dan menulis. Mulai dari buku mata pelajaran hingga ulangan harian membutuhkan kemampuan baca tulis ini. Banyaknya informasi yang kita peroleh berbanding lurus dengan seberapa banyak kita membaca dan memahami suatu bacaan. Mulailah kita mengenal kata dan kalimat yang kian bervariasi.

Nah, di sinilah mulai diajarkan tata cara penulisan yang benar, baik, dan baku. Mulailah dikenalkan pelajaran tata bahasa, jenis kata seumpama kata kerja, kata benda, kata sifat, kata keterangan, beberapa kata penghubung, imbuhan, partikel, dan sebangsanya. Pelajaran mengarang mulai muncul, seperti menulis pengalaman, cerita pendek, puisi, hingga jawaban soal essay yang membutuhkan analisa.

Pelajaran baca tulis ini pun terus berlanjut hingga ke jenjang selanjutnya. Di Sekolah Menengah mulai dikenalkan pada penulisan karya ilmiah. Mulai dari makalah, laporan hingga essay. Berbagai tulisan prosa pun mulai dikenalkan.

Puncaknya di tingkat Perguruan Tinggi, kemampuan seseorang untuk menulis dan mengolah kata menjadi salah satu tolok ukur kualitas seseorang itu.

Disadari atau tidak, kita akan, sedang dan telah melalui prosees belajar membaca dan menulis sepanjang perjalanan hidup kita. Perlu diketahui pula, bahwasannya membaca dan menulis kini menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia dalam mengembangkan diri. Baca tulis tak hanya melululu milik orang yang berkecimpung di dunia formal seperti pendidikan, namun dibutuhkan di segenap aspek kehidupan sosial manusia. Seluruh lapisan masyarakat sangat perlu dan wajib menguasai kemampuan baca tulis.

Bagi segelintir orang yang telah merasakan sensasi keasyikan membaca dan menulis, sulit baginya untuk meninggalkan dunia baca tulis ini. Utamanya bagi mereka yang hobi mencurahkan berbagai pemikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan. Ketika jari jemari mulai asyik menari menggoreskan kata, di situlah ia menjadi dirinya sendiri bersama torehan itu. Ibarat nya, bagi mereka yang telah terlanjur jatuh cinta pada dunia tulis menulis, menulis adalah candu bagi mereka. Candu yang baik tentunya.

Benarkah demikian? Benar tidaknya, tanyakan pada diri sendiri. Jika belum merasakan asyiknya baca tulis, ayo.. saatnya bagimu untuk mencoba memasuki dunia ini, dan rasakan apa yang kau temui di situ.

Menulis kini tak hanya sebatas corat coret tanpa makna, namun tulis menulis dapat menjadi jembatan untuk berbagi informasi, memotifasi, menginspirasi, dan pastinya mencurahkan segenap uneg-uneg di hati.

Hikmah apa yang dapat kita ambil?? Hikmahnya, proses belajar itu terus berlanjut sepanjang hayat masih dikandung badan.Belajar senantiasa berlanjut dalam rangka berprosesnya hidup manusi. Belajar dari pengalaman, belajar dari kesalahan, dan belajar dari kekalahan, itu merupakan satu proses belajar yang harus terus kita lakukan seiring kehidupan kita, sebuah Sunatullah yang tak terelakkan.

So, mari kita terus menulis, membaca, belajar, berkarya, dan take action, agar hidup kita senantiasa bermakna dan bermanfaaat, tak hanya bagi diri sendiri, namunjuga bagi orang-orang dan komunitas di sekitar kita.

Semangat…! Maafkan kata yang kurang berkenan dari serakan kata yang kutuliskan ini. Semoga Allah SWT senantiasa bersama dalam perjalanan hidup kita. Amiin. ^^

Regard, Kholida SF

Jogjakarta, 24 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s